Mengelola emosi pada anak memang suatu hal yang cukup sulit. Terkadang anak-anak ketika sedang marah sering kali melakukan suatu hal yang membuat Anda emosi, seperti menghancurkan barang dan membuat rumah berantakan.
Padahal ini sebenarnya bisa Anda atasi dengan baik jika mampu mengendalikan emosinya.
Cara Mengelola Emosi pada Anak
Sebenarnya anak-anak belum mampu memahami dan menanggapi emosinya sendiri. Sehingga Anda sebagai orang tua perlu melakukan cara-cara berikut untuk mempersiapkan anak mengatasi tantangan kehidupan masa mendatang.
Menjadi Contoh untuk Anak
Sering kali perilaku anak merupakan cerminan dari apa yang orang tuanya lakukan. Penting bagi orang tua untuk bisa mengelola emosinya sendiri saat berada di depan anak. Sebab, Anda akan menjadi contoh bagi mereka, terutama saat meluapkan amarah.
Jangan sampai meluapkan amarah di depan anak karena bisa saja mereka menormalisasi kondisi semacam itu.
Sebagai orang dewasa, Anda masih bisa menanggalkan ego ini demi anak yang belum bisa mengenali dan mengelola emosinya.
Bantu Anak Memahami Emosi
Cara mengelola emosi pada anak bisa dengan melatih dan mendidiknya, agar mereka bisa mengenalinya dengan baik.
Bimbinglah anak Anda dalam meluapkan emosinya, misalnya ketika sedang menonton film.
Kasih sayang dan komunikasi menjadi kunci penting melatih anak untuk memahami emosi dan mengendalikannya.
Penting bagi orang tua bertanya apa yang anak rasakan, lalu latihlah mereka mengungkapkan perasaannya secara terbuka dan jujur.
Saat anak tantrum atau berperilaku kasar untuk meluapkan emosi negatifnya, misalnya kecewa, marah, maupun kesal.
Ajari mereka mengalihkan emosi ke dalam hal-hal positif, seperti memeluknya atau mengajaknya bermain.
Kembangkan Keterampilan Problem Solving
Ketika anak bertengkar dengan teman-teman sebayanya, manfaatkan ini untuk mengembangkan kecerdasan emosionalnya. Bimbinglah anak mencari solusi, caranya dengan memberi solusi beberapa tindakan yang bisa mereka lakukan. Sehingga, anak terbiasa membuat keputusan dan menyelesaikan masalah dengan cepat.
Jalin Hubungan Dekat dengan Anak
Anak-anak yang punya hubungan baik dengan orang tuanya merasa lebih aman dan bisa saling percaya. Sehingga regulasi emosional anak menjadi lebih baik daripada yang tidak ada hubungan dekat.
Bangunlah hubungan dekat dan komunikasi yang baik.
Ketika anak menunjukkan perilaku berbeda, cobalah untuk mendekatinya dan bertanya alasannya. Ini akan membiasakan mereka terbuka kepada Anda mengenai apa saja yang terjadi di hidupnya.
Berikan Pujian
Terkadang orang tua yang melihat perilaku anak tidak sesuai, sering kali langsung memberikan hukuman. Ini membuat mereka sulit dalam mengelola emosinya, sehingga cenderung bereaksi secara agresif.
Memberikan batasan tertentu boleh-boleh saja dilakukan kepada anak. Tetapi jangan lupa pada perilaku positifnya, dengan memberikan pujian, perhatian, dan penghargaan akan perilaku baiknya tersebut.
Ini menjadi cara mengelola emosi pada anak karena perbuatan baiknya mendapat apresiasi dari orang tua.
FAQ
Mengapa anak sering meluapkan emosi secara berlebihan?
Anak belum sepenuhnya mampu memahami atau bisa mengekspresikan emosinya dengan tepat.
Apa peran orang tua dalam mengajarkan regulasi emosi pada anak?
Orang tua memiliki peran sebagai contoh utama dan pembimbing dalam mengarahkan anak untuk mengenali dan mengelola emosinya.
Apakah memarahi anak saat tantrum adalah hal yang tepat?
Tidak, justru memperburuk kondisi emosinya. Sebaiknya damping dan bantu anak menenangkan diri.
Bagaimana cara sederhana membantu anak mengenali emosinya?
Ajaklah anak bicara mengenai perasaannya dan bantu beri nama emosi yang mereka rasakan, misalnya kesal, sedih, senang, dan sebagainya.
